Categories
Uncategorized

Jambu Madu

Jambu madu merupakan salah satu buah yang termasuk ke dalam jenis jambu air. Walaupun tidak asli dari Indonesia, sudah banyak yang membudidayakannya karena dikenal dengan rasanya yang super manis.

Terlebih, ukuran buah yang besar dengan warna mengkilat membuat orang tertarik dan ingin menikmatinya. Kadar gulanya bisa mencapai hingga 15,5 brix.

Keunggulan lainnya, tanaman buah jambu madu tidak mengenal musim, sehingga bisa berbuah kapan saja, minimal 3x dan lebih cepat.

Berikut beberapa langkah budidaya jambu madu :

Persiapan
Sebelum melakukan budidaya tanaman jambu madu, kita harus mempersiapkan beberapa hal, yaitu sebagai berikut:

1. Persiapan Lahan
Kriteria lahan yang cocok untuk budidaya tanaman jambu madu diantaranya memiliki pH 5-7, kandungan unsur haranya banyak, tanahnya gembur, cukup terkena cahaya matahari dan dekat dengan sumber air.

2. Persiapan Lubang Tanam
Selanjutnya, membuat lubang tanaman yaitu dengan diameter dan kedalaman sekitar 20-30 cm. lubang dibuat secara sejajar dan rapi.

3. Pemberian Pupuk Dasar
Pemberian pupuk dasar ini merupakan campuran pupuk organik dan kimia yang dapat berfungsi untuk menambah kesuburan unsur hara di dalam tanah. Berikut cara pemberian pupuk dasar:

  1. Beri sekitar 1 ember pupuk kandang kambing setiap lubangnya.
  2. Untuk pupuk NPK 2-4 sendok per lubang tanam.
  3. Kapur dolomit ditambahkan 2 sendok per lubangnya.
  4. Campurkan larutan gula dengan EM4 (bakteri pengurai) dan diamkan sampai maksimal 3 hari dan siramkan per lubang.
  5. Lubang ditutup dengan tanah dan diamkan selama 3 minggu.

Pembibitan
Untuk melakukan pembibitan ada 2 metode yang bisa kamu lakukan yaitu dengan cara melalui generatif (biji) dan vegetatif (mencangkok). Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, yaitu sebagai berikut:

1. Metode Generatif (Biji)
Kelebihan:

  1. Produktivitas sama atau bahkan bisa melebihi dari indukannya
  2. Bibit yang dihasilkan tahan terhadap penyakit
  3. Akar lebih kuat dan kokoh.

Kekurangan:

  1. Pertumbuhan melalui biji membutuhkan waktu yang cukup lama.
  2. Potensi bibit mati sejak kecil
  3. Biaya yang dikeluarkan lebih mahal.

2. Metode Vegetatif (Mencangkok)
Kelebihan:

  1. Pertumbuhan melalui cangkok pertumbuhannya lebih relatif cepat.
  2. Tanaman tumbuh cepat besar dan tidak berisiko mati.
  3. Hemat biaya.

Kekurangan:

  1. Tanaman akan tumbuh seperti indukannya dan tidak bisa melebihi.
  2. Rentan terhadap penyakit.
  3. Perakarannya lemah dan kurang kokoh.

3. Cara Pembibitan Dengan Biji

  1. Memilih biji dari indukan yang sehat dan produktif, biji yang dipih dari buah yang sudah melewati matang.
  2. Biji diambil dan dikeringkan di bawah sinar matahari kurang lebih 1 jam.
  3. Tanam biji ke dalam polybag yang diberi tanah gembur.
  4. Siram secara rutin dan jaga dalam kondisi basah.
  5. Tunggu biji tumbuh hingga memiliki tinggi 15 cm. setelah itu, baru pindah ke lubang tanam.

4. Cara Pembibitan Dengan Cangkok

  1. Tanaman yang akan dicangkok harus sehat dan produktif.
  2. Memilih cabang yang berdiamater minimal 3 cm dan kuat.
  3. Pangkal batang dikerat seperti cincin yang melingkar, setelah itu kerat lagi bagian yang kedua atasnya dengan jarak 5 cm.
  4. Kulit kayu yang dikerat dibuang.
  5. Getah kayu dikerok hingga kayu tidak licin.
  6. Memakai plastik atau serabut kelapa untuk mencangkok.
  7. Ikat bagaian bawah dan tangkupkan untuk mudah diisi tanah.
  8. Isi dengan tanah humus lalu tangkupkan bagian atasnya dan ikat dengan tali.
  9. Siram secara rutin 2-3 hari sekali.
  10. Tunggu hingga cangkokan tumbuh 2-4 minggu, baru dipindah ke lubang tanam.

Penanaman
Selama proses penanaman bibit, ada beberapa hal yang harus dilakukan yaitu:

  1. Berikan taburan insektisida dan fungisida pada lubang tanam agar akar terhindar dari serangan serangga dan jamur.
  2. Siram tanaman pada waktu sore hari karena kalau pagi akan layu di siang harinya.
  3. Setelah bibit ditanam, segera disiram.

Pemeliharaan
1. Pemupukan Susulan
Setelah 2 minggu setelah tanam (MST), berikan pupuk susulan untuk membantu mempercepat pertumbuhan jambu madu yaitu dengan cara:

  1. Pupuk NPK 2 gelas minum yang dilarutkan dengan 35 liter air.
  2. Kocor larutan ke pangkal tanaman.
  3. Pemupukan dilakukan setiap 2 minggu sekali selama umur tanaman 2 bulan.

2. Penyiraman
Jika tiba di musim kemarau penyiraman secara rutin perlu dilakukan, tetapi jangan sampai tanah becek. Cukup dengan kondisi yang basah karena tanaman jambu madu tidak terlalu membutuhkan banyak air sampai menggenangi tanah.

3. Penyiangan
Bersihkan gulma rumput secara rutin agar tidak menjadi pesaing tanaman buah jambu dalam mengambil nutrisi di tanah. Jika lahan luas, bisa menggunakan herbisida  sesua petunjuk aturan.

4. Pengendalian Hama
Hama yang sering menyerang tanaman jambu madu ialah lalat buah. Buah akan membusuk jika terus dibiarkan. Lalat termasuk ke dalam jenis hama serangga sehingga bisa dibasmi dengan insektisida.

Panen
Pada umur 2 tahun MST pohon jambu madu baru bisa ditanam. Setiap satu pohon dapat menghasilkan hingga 4 kg buah jambu madu. Warna merah menjadi tanda jambu sudah matang.

Jika memanen jangan menunggu warna jambu madu memerah menyeluruh agar tidak cepat membusuk dalam proses penyimpanan maupun sebelum terjual ke konsumen. Setelah dipanen, simpan buah jambu madu pada kondisi yang sejuk atau kering.

Perawatan Pascapanen
Agar tanaman buah jambu madu tetap produktif, berikan pupuk dasar kembali, pupuk susulan NPK dengan dosis lebih banyak dan memberikan semprotan zat pengatur tumbuh auksin menjelang berbunga.

Baca Juga disini :
Budidaya Durian

Sumber:
– https://paktanidigital.com/artikel/budidaya-jambu-madu-dengan-6-langkah/#.YAUvZ-gzaUk

Categories
Uncategorized

Hello world!

Welcome to BLOG MAHASISSWA UNIVERSITAS MEDAN AREA. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!